Mungkin
sedikit egois ketika aku mulai menggerutu karena kesibukanmu, dan kamu mulai
lupa mengirimiku kabar, karena seringkali aku juga lupa dan berbuat hal yang
sama. Tetapi sebelumnya kau tidak pernh melupakan hal itu. Aku hanya sedikit
terkejut ketika kau mulai menunjukkan sedikit demi sedikit perubahanmu.
Mungkin
aku egois, ketika aku sedikit merindukan hal yang dulu sering kita lakukan,
saat kita berdua belum mulai lelap saat jam menunjukkan pukul 3 subuh, karena kita
berdua memulai perbincangan untuk topic yang sebenrnya tdk menarik, entah itu
harus rela olahraga jari dengn mengetik sms smpai bbrapa karakter, atau harus
mmpersiapkan baterai hp yng full hanya untuk bisa mendengarkan suaramu. Ya aku
rindu kamu menelponku sekali atau dua kali dlm sehari. Bukan karena tidak tahu
keberadaanku, lantas karena tdk ingin
mngetik sms yg memakan waktu lama, kamu bertanya “dimana ko ini?” setelah
menjawab, pembicaraan kita berakhir bersmaan dengan tulisan CALL ENDED yang
tertera di layr hpku. Untuk hal ini mungkin aku sedikit egois, karena kita
sudah sama-sama sibuk, mengurus banyak hal yang sudah menjadi tnggungjawab
kita, tapi aku selalu ingat kata-katamu, “waktu
sehari memang tidak pernah cukup untuk kita, dan aku selalu merindukanmu.” Aku
tidak pernah ingin mencri tahu mengapa sekarang kau tidak pernh lagi
menelponku, aku tidak ingin menjdi wanita yang terllu banyak menuntutmu.
Mungkin
memang benr aku egois, karena aku menruh harapanku yang terlalu besar
dipundkmu. Bahwa aku ingin menjadi satu-satunya wanita yang kau cintai dan
prioritaskan selain ibu dan kakak perempuanmu. Sehingga sikap wanitaku selalu
muncul, aku ingin selalu diperlakukn secara special, seakan-akan tidk ada lagi
wanita yang kau perlkukan sama seperti diriku.
Aku
memang egois, karena tidak bisa menerima perubahanmu, yang muncul secara
tiba-tiba..apakah kau sedang mengalami evolusi?? Sedikit demi sedikit kau mulai
menunjukkan perubhnmu. Atau kau ingin ku melihat bhwa kau adalah manusia biasa
yang sifat alamiahnya tidak pernah puas? Lantas 8 bulan membuatmu bosan berlaku
special kepadaku. Mungkin kita sama-sama tidak merayakan hari valentine tgl 14
februari itu. Entah apa alsanmu, aku tidk pernah berniat untuk menanykannya
padamu, hanya saja kenapa orang-orang berlaku special pada orang yang di cintai
hanya sekali dalam sethun..? dan aku tidak pernah mau itu terjadi pada kita.
Ya,
aku egois. Buktinya kita sama-sma tidak bisa mempertahankan hubungn kita.
Mungkin kau sudah tidak menjdikanku orng yang specil lgi ya? Karena setiap kali
kita bertengkar, kau lebih memilih pergi dan
menyelesaikn masalah kita dengan caramu sendiri. Berbeda dengan dulu,
kau selalu mencariku, menelponku ketika
jarak memang sulit untuk kau tempuh dan
mengtakn “aku tidak mau pisah”, dan aku merasa special karenanya, bahwa aku
memang seseorang yang berharga. Jauh Berbeda dengan jawabanmu sekrang “aku tidak
mau pisah, tapi kalau itu sudah menjadi maumu…..”, ya kau menerimanya, dan aku
merasa aku bukan seseorang yang patut untuk diperjuangkan lagi, tidak seperti
dulu. Ya, memang benar, kata orang dulu dan sekarang itu berbeda, begitupun
dengan dirimu. Kamu telah jauh berbeda. Gambran diriku di mtamu terlihat
samar-samar sekarang.
Jika
ada sesuatu atau seseorang yang membuatmu mulai seperti ini, mungkin sedikit
demi sedikit aku akan mulai mencoba untuk menerimanya, bahwa aku tidk lagi
menjdi seseorang yang berbeda, yang special, dan berharga buatmu.